Salam literasi
Hai sobat, bertemu lagi
dengan aku dalam artikelku. Baru tadi sore aku posting artikel pada blog pribadiku, ide
seakan-akan tidak ada habisnya, hal sepele, pengalaman hidup, bahkan kejadian
yang tidak terduga yang dialami penulis dapat dijadikan sebagai sumber menulis atau
ide untuk menulis. Namun berbagai alasan pun datang dari para penulis, mulai
dari waktu pengerjaan, kehabisan ide, dan susah koneksi internet. Namun semua
itu tidak membuat aku dan kawan-kawan penulis yang lain menjadi malas menulis.
Dalam artikelku kali ini aku
akan membahas tentang pedoman dalam menulis, apa itu pedoman dalam menulis? Pedoman dalam
menulis adalah sesuatu yang dijadikan petunjuk dalam menulis. Pedoman tersebut
harus dipahami oleh setiap penulis, lalu apa pedoman dalam menulis? Pedoman
dalam menulis ialah Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI dan Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan PUEBI. Kedua hal
tersebut memang sangat penting dalam kegiatan menulis, mengapa demikian? Karena
dengan berpedoman KBBI dan PUEBI tulisan yang dihasilkan akan menjadi nyaman
dibaca, tidak hanya itu, tulisan yang dihasilkan akan benar, benar dalam
artian, benar dalam tanda baca, benar dalam ejaan, benar dalam bahasa, dan
benar dalam penggunaan kata.
Contoh kecil saja
Kata jaman adalah bentuk tidak baku dari kata zaman, hal sepele yang dianggap lumrah dalam menulis tetapi salah
menurut pedoman menulis. Contoh yang kedua yaitu memperhatikan tetapi ejaan yang benar adalah memerhatikan. Pembahasan lebih lengkap ada pada KBBI dan PUEBI.
Dengan kemajuan zaman, mendapatkan KBBI dan PUEBI tidaklah sulit, dua pedoman
menulis tersebut bisa didownload melalui play store atau apps store yang ada di
smartphone kalian atau di toko buku terdekat
Pedoman ini diharapkan
menjadi petunjuk, tidak hanya untuk penulis, tetapi untuk semua orang, agar
semua orang dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai
dengan KBBI dan PUEBI yang ada.
“ Sebarkan ilmu, karena ilmu akan
menolong kalian di masa yang akan datang.”
Syafiq
Fatur Rohman

Komentar
Posting Komentar