Salam literasi
Hai sobat, ketemu lagi dengan aku, setelah sekian pekan aku
tidak menulis, rasanya tidak afdol bila aku tidak menulis terlalu lama. Masih
dalam susana lebaran, aku selaku penulis mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri
1439 H mohon maaf lahir dan batin.
Pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang “
Timbulnya sikap malas untuk menulis.” Mengapa aku memilih judul itu? Pastinya
kalian bingung untuk menjawab pertanyaan yang aku lontarkan tadi. Aku memilih
judul itu karena, judul itu cocok atau pas dengan apa yang aku alami pasca
lebaran ini.
Bicara soal malas, pasti kalian juga pernah malas bukan?
Bagaimana tidak, dengan kemajuan zaman dan segala sesuatu yang ada dan kita
nikmati sekarang ini sebagian besar membuat kita malas untuk melakukan sesuatu.
Lalu apa itu malas? Malas adalah : suatu sikap yang membuat kita enggan atau
tidak mau mengerjakan sesuatu. Sifat malas juga menerpa aku, sikap yang tidak
aku inginkan namun datang dengan sendirinya karena perilaku yang aku lakukan
Betul sekali, sikap malas menulis. Sikap yang timbul dalam
diriku karena perilaku yang aku lakukan sendiri, lalu apa yang dimaksud sikap
malas menulis? Sikap malas menulis adalah : suatu sikap yang membuat kita
enggan untuk menulis. Lalu apa kerugian yang aku tanggung akibat sikapku tadi,
kerugian yang harus aku tangung adalah terbengkalainya tugas menulis yang
ditargetkan oleh pembimbing dalam komunitas kami. Bagaimana tidak, posting
artikel yang tadinya 5 artikel per bulan harus dipenuhi oleh setiap anggota
komunitas, tetapi masih banyak juga yang dalam satu bulan belum mencapai 5
artikel atau belum mencapai target.
Hal itu disebabkan bukan karena waktu, tetapi hal itu terjadi
karena sikap malas menulis yang dimiliki oleh setiap anggota komunitas. Hal itu
juga menimpaku. Lebaran, lebaran kali ini membuat aku malas menulis, segala
kesibukan dari sebelum dan pasca lebaran membuat aku enggan untuk sekedar
mengetik dengan menggunakan laptop. Dan itu disebabkan karena aku sering menyia-nyiakan
waktu yang kosong, yang seharusnya bisa aku gunakan untuk menulis, tetapi malah
aku gunakan untuk bermain. Namun, hal ini akan menjadi pelajaran hidup agar
lebih baik lagi kedepannya
“
Usir malasmu, tunjukkan bakatmu.”
Syafiq Fatur Rohman
Bravo Literasi !!!!!

Komentar
Posting Komentar